SUBUH
subuh, masih Kau melihat di mataku
embun menggeliat di ayat rimbun
mambangkitkan zikir daun-daun
dari kenangan cinta yang ranum

di pucuk ranting pepohonan
ketika matahari naik perlahan
seekor burung terbang di pusar jantung
membawa hatimu pada kicau doa
menyentuhkan waktu yang rapuh
dan fana
tapi subuh masih melenguh
di ujung napas, di paruh detak
yang meneteskan betapa rindu
terserap di akar jiwamu
diendapkan sunyi lagu
nyawa bergulat lagi
dengan cinta
melewati seribu suluk
dan merasuk
