kita tak lagi melihat
lampu berkumpul
di bawah sana
kota telah padam
seperti cinta
tak ada yang tumbuh
selain kesepian & bahasa
kita senantiasa melewati
tandus perjalanan
mencari-cari sebab
kenapa kita kelak dikuburkan

ZIARAH
dan daun-daun kamboja
tak memiliki wajah kita
hanya kenangan terbang
seperti harum langkahnya
terayun-ayun udara sunyi
setelah sepasang kaki
meninggalkan lobang-lobang nyeri
mendaki nasib tak henti-henti
NEGERI BUSUK
hidup di negeri ini
seperti mimpi buruk
aku masuk lalu membusuk
dalam lorong-lorong gelap
tanpa cahaya sejarah
semesta hanya
debu-debu beterbangan
hanya kengeran
permainan kekuasaan
