Engkau tak pernah meminta kami memahami,
hanya menelusuri jejak bayangan
yang mengalir di antara rerumputan.
Kami tahu,
di balik setiap petir,
ada bisikan yang engkau kirimkan
tanpa memerlukan tangan atau pena.

2024.
JALAN YANG TAK PERNAH DILALUI
Engkau berdiri,
di antara debu dan kabut
yang terus menari di atas jalan
yang tak pernah dilalui.
Ada peta yang tersimpan di matamu,
tapi ia tak menunjukkan arah—
hanya celah di antara langkah-langkah
yang perlahan hilang.
Malam telah selesai,
tapi fajar belum datang.
Kami menunggu,
seperti tanah menanti hujan
yang tak dijanjikan.
Apakah engkau, ya Rasul,
membawa kebenaran
atau hanya sebuah cara
untuk berjalan tanpa ragu?
Kami,
dalam kesunyian,
belajar melihat bahwa takdir
adalah bayang yang tak pernah benar-benar menghilang.
2024.
