Syekh Mutamakkin (3): Kiai yang Nyaris Dibakar Penguasa Mataram

Ia memelihara dua ekor anjing. Dinamai selayaknya manusia pula; Kaharuddin dan Abdul Qomar. Belum lagi kebiasannya yang suka membabar serat kisah Dewa Ruci, kisah seorang Bimasena yang sedang mencari air kesempurnaan di tengah konflik antara Pandawa dan Kurawa. Ditambah lagi beberapa dakwaan lain, seperti Syekh Ahmad yang mengaku sebagai Muhammad Hakiki.

Yang menjadi persoalan, bahwa semua dakwaan itu tidak sepenuhnya benar dan tidak sepenuhnya salah. Syekh Ahmad memang memelihara dua anjing, namun itu adalah dua anjing hasil perwujudan nafsunya setelah ia berpuasa selama 40 hari. Saat tiba hari akhir ia berpuasa, ia meminta istrinya untuk membuatkan beragam makanan enak, dan mengikatkan dirinya di salah satu tiang rumah. Saat makanan dihidangkan, dan nafsu Syekh Mutamakkin bergejolak karenanya, keluarlah dua anjing itu.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Ada pun kisah Dewa Ruci, walaupun itu sebuah ceria yang muncul dari kebudayaan Buddha, namun ada banyak sekali pelajaran hidup yang bisa diambil darinya.

Mengaku sebagai Muhammad Hakiki? Ini mungkin dakwaan yang sengaja dilebih-lebihkan, hingga tak heran ada banyak sekali umpatan “kafir” atau “sesat” yang disematkan kepada Syekh Mutamakkin.

Persidangan Syekh Mutamakkin 

Kasultanan Mataram Islam beberapa kali mengadakan persidangan. Sebut saja persidangan terhadap Syekh Siti Jenar serta Ki Ageng Pengging. Keduanya disidang oleh Mataram, dan berakhir tragis oleh kematian.

Maka ketika semua huru-hara perbincangan tentang Syekh Ahmad mulai meruncing, Mataram tidak bisa diam. Syekh Mutamakkin dipanggil oleh kerajaan, beserta 144 ulama dari berbagai penjuru.

Tinggalkan Balasan