Keistikamahan dan kealiman KH Ahmad Muthahar tidak didapatkan secara instan. KH Ahmad Muthahar mendapat kesempatan berguru kepada Syekh Yasin bin Isa Al Fadani yang merupakan murid dari Syekh Sa’id Nabhan. Syekh Yasin merupakan ulama Mekkah yang berasal dari Padang, Sumatra Barat, yang memiliki gelar “Al Musnid Dunya” (ulama ahli sanad dunia) sebab keahliannya dalam meriwayatkan hadis.
Berkat ketekunan dan rida Allah, KH Ahmad Muthahar meninggalkan beberapa karya dalam bentuk kitab, seperti Imrithi, Al Wafiyyah fi Al Fiyyah, Akhlaqu Mardliyyah, Tafsir Faidurrahman, Al Maufud, Syifaul Jinan, Tuhfatul Athfal, Rahabiyyah, dan Tsamarotul Qulub yang cukup dikenal dan masih dipakai di kalangan nahdliyin sebagai bahan pembelajaran agama dengan berbagai cabang keilmuan. Karya KH Ahmad Muthahar tidak sulit untuk ditemukan, sebab penerbit Thoha Putra Semarang menjadi tempat penerbitan mayoritas kitabnya.

KH Ahmad Muthahar wafat pada tanggal 22 Juni 2005 bertepatan dengan tanggal 15 Jumadil Ula 1426 H. Ketika dini hari itu menjadi sujud salat terakhirnya dan menjadi pengantar ke alam yang lain. Sebab kealimannya, tak heran ribuan pelayat mengantar kepergian KH Ahmad Muthahar.
Kitab Syifaul Jinan Fi Tarjamati Hidayatus Shibyan merupakan salah satu karya monumental KH Ahmad Muthahar. Syifaul Jinan merupakan salah satu kitab menyarahi kitab Hidayatus Shibyan. Uniknya, kitab ini menggunakan bahasa Jawa dalam menjabarkan nadham Hidayatus Shibyan. Kitab ini juga menjadi rujukan dalam pembelajaran ilmu tajwid yang tidak hanya dikaji di pesantren, namun juga di madrasah dan TPQ.
Kitab Syifaul Jinan membahas dasar-dasar ilmu tajwid. Kitab ini ditulis sebagai respons KH Ahmad Muthahar kepada para guru dan murid madrasah ibtidaiah yang menginginkan adanya terjemahan dari kitab-kitab kecil, namun memiliki kebermanfaatan yang besar. Hal ini tertulis dalam mukadimah kitab Syifaul Jinan.
Meskipun kecil yang jumlah halamannya tidak mencapai 30, namun kitab ini memiliki kegunaan yang besar dalam mengkaji hukum-hukum bacaan dan cara membaca Al-Qur’an dengan benar. Kitab ini terdiri dari 6 bab, termasuk mukadimah.
