Dakwahnya Beliau lewat musik juga sudah sampai Eropa, Afrika, dan Asia. “Alhamdulillah, kami sudah keliling Eropa, Afrika dan Asia,” tuturnya
Zastrouw juga menceritakan sedikit sejarah terbentuknya grup musisi Ki Ageng Ganjur.

“Musik Ki Ageng Ganjur ini dulunya yang menjadikan Gus Dur. Untuk menjadikan musik sebagai sarana dakwah, dialog lintas budaya,” katanya.
Dr. Ngatawi Al-Zaztrow, S.Ag. M.Si juga memberikan sedikit nasehat kepada santri untuk sami’na waatho’na kepada guru.
Setelah dialog budaya dilanjutkan dengan pembacaan istighosah dan tampilan dari beberapa santri. Terakhir, konser budaya Ki Ageng Ganjur, dan diakhiri dengan dengan mahalul qiyam. Acara tadarus budaya ini selesai pada pukul 23.20 lebih.
