Tafsir Revolusi Akhlak

Negara yang adil dan makmur merupakan cita-cita bangsa. Di dalam UUD 1945, jauh di awal-awal terbentuknya konstitusi negara, Indonesia telah mencetuskan sebuah harapan dan cita-cita: “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanaan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.”

Lalu bagaimana karakter dari negara “baldatun toyyibatun warobbun ghafur” (negara yang baik dalam ampunan Tuhan?) Tentu saja ada karakter atau ciri khusus dari negara gemah ripah loh jenawi; negara yang adil dan makmur dalam naungan pemerintah yang berkeadilan. Berikut ini akan dijelaskan ciri khas dari negara kemakmuran yang berkeadilan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Pertama, negara yang mempunyai prinsip atau ideologi yang mengayomi seluruh lapisan masyarakat. Bangsa yang terdiri dari beragam etnis, agama, golongan, dan warna kulit, memerlukan sebuah dasar yang memberikan rasa aman di dalam berkehidupan. Jika ini sudah dicapai, maka bangsa tersebut sudah memenuhi kekhasan baldatun toyyibah (negara yang makmur).

Kedua, bangsa yang mengutamakan akhlak. Ketika suatau bangsa lebih mengedapankan akhlak, menjadikan etika sebagai karakter hidup, maka bangsa tersebut sudah memenuhi ciri khusus warobbun ghafur (negara yang diridhai dan diampuni oleh Tuhan). Tuhan memberikan kebahagiaan dan keindahan kepada bangsa yang saling menghargai, saling mengayomi, saling membantu, dan saling memberikan nasihat takwa. Yaitu, kalau dalam bahasa agama “watawa shaubil hak, watawa shawbis shobr” (saling mensihati dalam kebenaran dan saling menasihati untuk berbuat sabar).

Ketiga, komitmen untuk tetap pada prinsip kebersamaan (ijtima). Karena sebagai bangsa, kita diibaratkan pada prinsip kebersamaan untuk mewujudkan kehidupan yang bahagia. Komitmen kebersamaan merupakan prinsip fundamental di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Itulah beberapa karakter dari negara adil dan makmur. Sebagai bangsa yang baik, dalam prinsip bernegara harus ditanamkan etika dan akhlak. Karena, akhlak akan membawa kita kepada kesejukan hubungan dan kelembutan pikiran. Pada akhirnya, sebuah bangsa yang berkeadilan, bangsa yang diridhai Allah, dan bangsa yang berkemakmuran akan menjadi bagian dari realitas kehidupan.

Allâh berfirman:

لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ ۖ جَنَّتَانِ عَنْ يَمِينٍ وَشِمَالٍ ۖ كُلُوا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ ۚ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ

Artinya: “Sungguh bagi Kaum Saba’ ada tanda (kebesaran Rabb) di kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka dikatakan:) “Makanlah dari rizki yang dianugerahkan Tuhan kalian dan bersyukurlah kepadaNya!’. Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafûr.” (Saba’: 15)

Wallahu A’lam!

Tinggalkan Balasan