Langit Cipasung masih menyimpan sisa embun pagi ketika langkah-langkah para peziarah memenuhi halaman pesantren. Mereka datang bukan hanya membawa nama, tetapi kerinduan. Di antara lantunan…
View More Dari Haul Akbar Masyayikh CipasungPopuler
“Mens Rea” dan Kewajiban BerpikirDemokrasi kita ramai. Suaranya keras. Gesturnya meyakinkan. Tapi sering kal...
Pramugari Palsu dan Fenomena Pretensi SosialBanyak orang bertanya apakah fenomena kepura-puraan identitas sosial—sepert...
Akankah Tradisi Keilmuan di Pesantren Tergeser?Perkembangan kajian keislaman di ruang digital dalam beberapa tahun terakhi...
Anti-Burnout dengan Jalur LangitDunia hari ini adalah sebuah mesin raksasa yang tidak pernah tidur. Di bali...
Trending
“Mens Rea” dan Kewajiban BerpikirDemokrasi kita ramai. Suaranya keras. Gesturnya meyakinkan. Tapi sering kal...
