Secara berulang-ulang, aku lempar sekepal batu ke satu arah. Lemparan tanpa sasaran—sekadar membuang resah. Tak berapa lama kemudian, dari arah belakang, sekonyong-konyong kurasakan angin menderaku…
View More Kabar AnginPopuler
Surat dari Perjalanan PulangRencana saya untuk pulang ke Yogyakarta sesungguhnya sudah lama dicanangkan...
Teologi Harapan di Tengah Krisis GlobalMomen pergantian tahun seringkali terjebak dalam dua kutub ekstrem, selebra...
Lelaki yang Menunggu Mati di Malam Tahun BaruMenjelang tahun baru Mbah Dibyo nampak bersih-bersih rumahnya, seakan ada t...
Di Hadapan Mata Sang KalaPagi ini, 6 Januari 2026, di Al-Zastrouw Library, saya membaca kembali saja...
Trending
Akankah Tradisi Keilmuan di Pesantren Tergeser?Perkembangan kajian keislaman di ruang digital dalam beberapa tahun terakhi...
