Menurut Ketua Yayasan Pondok Pesantren Riyadlul Ulum Waddawah Condong, KH Asep Alam, pemulangan ribuan santri merupakan keputusan berat. Setelah melakukan isolasi, tidak diperbolehkannya orang tua santri menjenguk, akhirnya jebol juga karena banyak diprotes orang tua.
“Pada awalnya kami coba mengisolasi untuk tidak berinteraksi dengan masyarakat luar, termasuk dengan orang tua. Rupanya, begitu banyak tantangan, sangat sulit dilakukan,” kata Kiai Asep. Menurutnya, pemulangkan ribuan santri juga merupakan keputusan tepat karena di Kota Tasikmalaya pun sudah dinyatakan Keadaan Luar Biasa (KLB) Corona setelah ada satu warga dinyatakan positif COVID-19.

