TAKHALLI, TAJALLI, TAHALLI

Kau, yang memecah ombak

Mati-mu hidup, hidup-mu hilang,
seperti debur ombak

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

yang tak bisa lagi menggenang,
mencari rumah di antara ruas bintang.

Kapal itu, tubuh kayu,
dikelilingi doa-doa yang tak selesai
di sinilah, jalan awal akhir
bertemu.

Kau tak kembali ke laut,

tak juga tinggal di darat,
hanya diam di antara detak angin
yang tertiup cepat.

Kapalmu berlabuh

di tempat yang tak mengenal arah—
menghadirkan kita,
sejauh-jauhnya yang pernah.

Tinggalkan Balasan