Takjil dan Etika Sosial

Lantas, bagaimana fenomena bagi-bagi takjil ini menjadi laku etis di tengah masyarakat? Dan apa implikasi dari hal tersebut? Pertanyaan-pertanyaan tersebut memungkinkan kita untuk melakukan refleksi terhadap keadaan yang saat ini kita temui. Maka, perlu memahami apa itu etika sosial, kemudian menelaah fenomena bagi-bagi takjil sebagai manifestasi dari etika sosial tersebut.

Secara definitif, etika sosial merupakan suatu etika atau laku etis yang berhubungan dengan relasi antar-manusia dalam spektrum sosial. Etika sosial bertujuan untuk mewujudkan kehidupan yang harmonis, sejahtera, dan penuh dengan kebajikan di dalam kehidupan masyarakat dengan mengaktualisasikan nilai-nilai etika normatif.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Setiap individu dengan individu yang lain berusaha menjalin hubungan yang harmonis dengan menekankan pada nilai-nilai etis yang diyakini dalam sebuah komunitas masyarakat. Sederhananya, setiap individu harus memang benar-benar mempertimbangkan segala yang akan dilakukan, terutama dalam arena sosial-kemasyarakatan. Sebab jika tidak, ia tidak hanya mengkhianati dirinya sendiri, melainkan juga berpotensi menyakiti orang lain. Karena itulah, etika sosial diperlukan dalam kehidupan manusia.

Kita semua sudah mafhum, bahwa di Indonesia masyarakat dapat dikatakan bersifat multikulturalistik. Keberagaman etnis, bahasa, kepercayaan, dan cara pandang masyarakat menjadi alasan logis terhadap adanya konsep etika sosial. Mau tidak mau, kita harus mengakuinya secara sadar. Suka atau tidak suka, memang fakta sosialnya demikian. Sehingga, jika kita melihat dengan seksama, masyarakat kita memiliki pola yang sangat unik dalam menerapkan etika sosial.

Richard Rorty (1931-2007), seorang filsuf asal Amerika Serikat, menandaskan pandangannya mengenai solidaritas masyarakat. Bagi Rorty, solidaritas masyarakat tidak dibangun melalui nilai-nilai “kemanusiaan abstrak”, melainkan dengan “kemanusiaan konkret”. Maksud dari kemanusiaan konkret tersebut lebih merujuk pada pengalaman sehari-hari yang dirasakan dan dijalankan oleh masyarakat.

Tinggalkan Balasan