Kita memakai masker dan menghindari kerumunan, di samping untuk diri sendiri, adalah juga untuk kemaslahatan orang lain. Siapa tahu, di dalam diri kita ini ada virus yang tidak kita sadari? Sehingga, beberapa kali Kiai saya mengatakan, bahwa hal yang paling diutamakan saat ini adalah hifdzun nafs, menjaga kesehatan.
Jangan menjadi manusia yang egois, yang tidak patuh dengan kebijakan pemimpinnya. Allah menegaskan di dalam surat An-Nisa, “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan Rasul- (Nya), dan taatilah juga ulil amri di antara kalian.” Rasulullah. bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi, “Aku wasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah dan taat kepada seorang pemimpin, walaupun ia seorang hamba habasyah.”

Di masa pandemi ini, tidak ada yang lebih ditekankan oleh pemimpin kecuali menjaga diri, dengan memakai masker, menjaga jarak, atau arus lalu lintas yang dibatasi. Pada intinya, semua peraturan dan kebijakan pemerintah sudah dipertimbangkan secara matang oleh mereka.
Semoga iman dan imun kita tetap stabil. Semoga wabah ini sesegera mungkin diangkat oleh Allah dari muka bumi, dengan dan bagaimanapun caranya, min haistu la yahtasib, secara tidak nyono (tiba-tiba). “Robbana idfa’ al-bala’ wal waba’ wa virus corona, ‘an baladina Indonesia hadza khossoh, wa sairil buldanil muslimin ‘ammah. Amin, ya Robbal ‘alamin..”
Wallahu a’lam bisshowab…
