Tantangan Santri Masa Kini

Para santri yang lahir dari rahim pesantren, memang dididik dengan teladan terbaik para ulama atau para pewaris nabi yang mengedepankan uswatun hasanah. Mereka digembleng melalui disiplin tinggi dalam sistem pendidikan pesantren. Disiapkan untuk menjadi sosok terbaik yang mampu bermanfaat sesuai hadits Rasullah, khoirunnas anfauhum linnas —sebaiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi sesamanya.

Sebab itu, pijakan pendidikan pesantren selalu berorientasi pada kemaslahatan umat dan kebaikan semesta. Karena itu pesantren berfokus pada penempaan diri para santri menjadi sebaik-baiknya manusia penebar kasih bagi sesamanya.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Jumlah santri yang tercatat oleh Kemenag (2012) sebesar 3.759.198 adalah aset besar bagi bangsa ini. Jumlah tersebut dirilis tahun 2012. Jumlah yang sebesar itu tentu akan berkontribusi positif bagi negeri ini jika mendapatkan pendidikan di pesantren secara optimal. Santri tentu punya peran yang amat strategis bagi keberlangsungan bangsa ini.

Di pesantren, para santri ditempa dengan beragam keilmuan, baik ilmu agama maupun  pengetahuan praksis keseharian. Kondisi tersebut dapat menjadi salah satu keunggulan sistem pembelajaran di pesantren. Pembelajaran di pesantren menitikberatkan pada penguasaan permasalahan keagamaan dari beragam referensi yang disusun ulama-ulama terdahulu. Mereka dibiasakan dengan beragam perdebatan beragam ulama. Kondisi tersebut membuat para santri sejak awal dibiasakan dengan ragam cara pandang yang tentu saja tidak monolitik.

Di pesantren, para santri juga dikondisikan untuk mengenal lingkungan masyarakat yang ada di sekitarnya. Pendidikan pesantren memang ditujukan mendekatkan para santri dengan realitas kehidupan masyarakat, sebab mereka memang disiapkan untuk mengabdi di masyarakat setelah lulus nanti, apa pun profesinya.

Tinggalkan Balasan