Pesantren Tebuireng, yang dulu dimulai dari bangunan bambu, kini telah berkembang pesat, menambah beberapa unit pendidikan, seperti Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), hingga Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY, kini IKAHA). Bahkan unit-unit tersebut kini ditambah lagi dengan Madrasah Diniyah, Madrasah Mu’allimin, dan Ma’had Aly, disamping unit-unit penunjang lainnya seperti Unit Penerbitan Buku dan Majalah, Unit Koperasi, Unit Pengolahan Sampah, Poliklinik, Unit Penjamin Mutu, unit perpustakaan, dan lain sebagainya (akan dijelaskan kemudian). Semua unit tersebut (selain UNHASY), merupakan ikon dari eksistensi Pesantren Tebuireng sekarang.
Tebuireng, yang dulu hanyalah sebuah dusun kecil, kini telah lebih ramai dibandingkan dengan kota kecamatannya, Diwek. Tebuireng telah berkembang, maju pesat sebagai kota santri.

Periodisasi Kepemimpinan Tebuireng:
1.Periode I : KH. Muhammad Hasyim Asy’ari, 1899-1947
2.periode II : KH. Abdul Wahid Hasyim, 1947-1950
3.Periode III : KH. Abdul Karim Hasyim, 1950-1951
4.Periode IV : KH. Achmad Baidhawi, 1951-1952
5.Periode V : KH. Abdul Kholik Hasyim, 1953-1965
6.Periode VI : KH. Muhammad Yusuf Hasyim, 1965-2006
7.Periode VII : KH. Salahuddin Wahid, 2006-sekarang.
