Teladan Santri Senja Usia

Lebaran telah usai. Semua orang mulai kembali ke rutinitasnya masing-masing, tak terkecuali para santri yang mulai memasuki tahun ajaran baru. Sebagian santri mulai mempersiapkan diri untuk kembali ke pondok. Sebagian yang lain masih merasa berat untuk kembali dan mencari-cari alasan untuk telat.

Aku pun sama seperti itu. Libur panjang yang hanya aku habiskan untuk bersenang-senang saja, ternyata membuatku berat untuk kembali ber-tholabul ilmi. Di saat posisi seperti ini, ada satu momen yang selalu kuingat ketika di pondok. Momen yang membuat rasa semangatku untuk ber-tholabul ilmi kembali menggebu gebu. Yakni, momen tentang seorang kakek yang selalu mengikuti pengajian kitab dengan kiaiku.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kami biasa memanggilnya Mbah Kusairi. Mungkin umurnya sudah enam atau tujuh puluhan. Rambutnya putih merata. Kulitnya keriput dari mulai wajah. Tapi semangatnya dalam mengaji memudarkan semua kesan tua itu. Beliau yang selalu meminta untuk dibacakan oleh santri lain kala telat atau tidak mengikuti pengajian, membuat malu orang-orang yang melihatnya. Malu karena jiwa yang masih muda justru terjebak oleh rasa malas yang membelenggu.

Tinggalkan Balasan