Sebagaimana materi Ngaji Filsafat di kanal Youtube yang sering saya tonton, kalimat dan gaya bahasa Ustaz Fahruddin Faiz, penulis buku ini, sangat ringan dan mudah dimengerti. Penyampaian materi dan ilustrasi makna tidak lepas dari nilai filsafat dan agama. Ibaratnya buku ini merupakan interpretasi lebih panjang dan komplit dari tuturannya di kanal Youtube tersebut.
Melalui buku ini pula, penulis mengajak pembaca untuk mengenal serta memahami beragam fitrah kemanusiaan dan tugas kehambaan. Sebab, pemenuhan fitrah kemanusiaan merupakan tugas kehambaan, begitupula sebaliknya. Keduanya perlu berjalan beriringan agar membuahkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Ragam Fitrah Manusia
Umumya, kecenderungan sifat dasar manusia dibagi menjadi dua, positif dan negatif. Setiap kita berbuat dan bertindak selalu disertai oleh dua dorongan tersebut. Dan kita berhak memilih di antara keduanya. Macam-macam kecenderungan positif tersebut ialah: beragama, kecenderungan pada kebenaran, kecenderungan pada akhlak, kecenderungan pada keadilan, kebebasan, keindahan, dan fitrah berketurunan.
Dalam Al-Qur’an diterangkan bahwa manusia itu mudah tergelincir pada sifat-sifat negatif. Kecenderungan negatif tersebut di antaranya: kezhaliman dan kufur, “Innal-insana lazhalumun kaffar;” pelit, “Wa kanal insanu qatura;” manusia suka tergesa-gesa, suka mendebat apabila diperintah, “Wa kanal insanu aktsara syain jadala;” dan suka berkeluh kesah apabila dapat musibah dan lupa diri jika diberi kenikmatan.
Fitrah manusia lainnya adalah soal waktu, apabila digunakan dengan baik untuk hal-hal positif akan membuahkan kebahagiaan. Begitupun sebaliknya. Sama halnya dengan fitrah sosial apabila diwujudkan dengan sikap tolong-menolong dan saling peduli akan berbuah kebahagiaan. Dan masih banyak lagi fitrah kemanusiaan yang perlu kita pahami, supaya anugerah tersebut dapat digunakan sesuai tuntunan dan tidak berubah menjadi musibah.
Tugas Kehambaan
