Tentang Tafsir Indonesia Berbahasa Arab

Hierarki Tafsir Berbahasa Arab di Indonesia

Islah Gusmian berpandangan bahwa tafsir Indonesia berbahasa Arab akan terlihat lebih elite daripada tafsir lainnya. Sebab, mayoritas masyarakat indonesia sangat sedikit yang menguasai bahasa Arab (Islah 2021, 46). Dari kondisi inilah tafsir akan memiliki hierarki, baik hierarki di antara kitab tafsir lain maupun sasaran pembaca.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Dijelaskan oleh Masrur, KH Shodiq Hamzah berpandangan bahwa tafsir bahasa Arab kurang bisa dipahami secara langsung serta tidak dapat dibaca oleh masyarakat awam, termasuk tafsir berbahasa Jawa yang ditulis dengan aksara pegon yang sama eksklusifnya dengan sekian kode dan simbol yang umumnya hanya bisa dipahami oleh kalangan terpelajar (Masrur 2022, 180-185).

Jika demikian, maka tafsir berbahasa lokal dengan aksara roman sebenarnya juga ekseklusif, sebab hanya akan bisa dibaca oleh pengguna bahasa tersebut. Sementara, tafsir berbahasa Indonesia dengan aksara roman juga hanya akan bisa dibaca di wilayah Indonesia. Adapun, tafsir berbahasa Arab sendiri, juga hanya akan bisa dikonsumsi oleh orang tidak asing dengan bahasa Arab dan kaidah yang mengitarinya.

Kesan elitis tafsir berbahasa Arab sebenarnya terletak pada jumlah pengakses yang akan lebih banyak ketimbang tafsir berbahasa lokal dan nasional. Sebab, bahasa Arab saat ini merupakan salah satu bahasa mayor di dunia. Ia menempati urutan kelima dari 20 bahasa dunia berdasarkan penuturnya. Sedangkan, dari segi pengguna, bahasa Arab menempati posisi ketujuh dan peringkat ketiga berdasarkan tempat peresmiannya di 22 negara (Ubaid Ridlo 2015, 215).

Tinggalkan Balasan