Teoekologi, Santri, dan Pelestarian Bumi*

هُوَ الَّذِيْ خَلَقَ لَكُمْ مَّا فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا ثُمَّ اسْتَوٰٓى اِلَى السَّمَاۤءِ فَسَوّٰىهُنَّ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ ۗ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ

Artinya: Dialah Allah yang menjadikan segala yang ada dibumi untuk kamu dan dia berkehendak ( menciptakan) langit, lalu dijadikan Nya tujuh langit dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Isi kandungan dari ayat tersebut dengan mengutip dari penafsiran Departemen Agama RI menyatakan bahwa Allah menciptakan segala sesuatu di dunia ini adalah untuk kemaslahatan dan memenuhi kebutuhan manusia. Maka, sudah seharusnya manusia sebagai khalifah (wakil Allah) di muka Bumi menjaga dan melestarikan lingkungannya.

Di samping itu, ulama Mesir kontemporer Yusuf al Qardawi juga menawarkan konsep hifzul-bi’ah ke dalam maqasid syari’ah yang keenam. Pada awalnya, konsep maqasid syari’ah terdiri dari lima pokok, yaitu memelihara agama (hifz ad-din), memelihara jiwa (hifz al-nafs), memelihara akal (hifz aql), memelihara keturunan (hifz an-nasl), dan memelihara harta  (hifz al mal). Melihat kerusakan alam menjadi konteks masalah besar pada saat ini, maka konsep memelihara lingkungan (hifz al bi’ah) menjadi bagian ke dasar agama karena konsep hifz al Bi’ah sendiri secara normatif memiliki dasar yang kuat dalam Al Qur’an. Oleh karena itu, jika pelestarian lingkungan tidak dilakukan dengan baik, maka akan berdampak buruk kepada lima maqasid syariah tersebut.

Mengingat bahwa pesantren memiliki ikatan sosial yang telah dibangun lama dengan masyarakat sekitar baik dalam bidang pendidikan dan pengembangan masyarakat, maka dalam pengimplementasian konsep teoekologi, peran pesantren sangatlah besar untuk menarik masyarakat akan pentingnya upaya konservasi lingkungan.

Salah satu conrohnya sudah dilakukan Pondok Pesantren Al Amin di Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat. Pondok pesantren ini memberikan pelajaran dan kegiatan kepada santri terkait konservasi, termasuk menempatkan materi ekologi alam kedalam kurikulum pembelajaran.

Tinggalkan Balasan