Terampil Menulis Pegon Sejak Dini

Kelas khusus pegon di pesantren, dalam beberapa kasus yang saya temui, adalah pengajaran secara teori, kemudian praktik soal-soal. Begitu siklusnya sampai santri benar-benar mampu memahami bagaimana cara menulis pegon.

Ada pula pada tahapan lebih lanjut, yaitu dengan cara imla’ atau menulis pegon yang diucapkan oleh pengajar (mendengar-menulis). Ini ditujukan untuk melatih ketangkasan memaknai kitab yang identik dengan mendengar-menulis.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Meski demikian, saya rasa, pembelajaran pegon secara teori dengan praktik menulis, hingga mendengar-menulis, efektivitasnya masih kurang sempurna. Kurang sempurna bukan berarti tidak bagus. Akan tetapi, ada salah satu metode pembelajaran yang ketinggalan atau kurang maksimal, yakni membaca. Kelas khusus pegon terlalu memfokuskan teori dan praktik tulis saja. Namun, praktik membiasakan membaca pegon terbilang kurang.

Pembelajaran Sejak Dini

Metode pembelajaran yang baik adalah terpenuhinya semua komponen literasi, seperti membaca, menulis, dan mendengarkan. Dalam kasus kelas pegon yang diperuntukkan bagi santri yang sama sekali belum pernah mengenal pegon, sebagaimana yang telah dipaparkan, bahwa praktik membaca kurang diimbangi. Fokusnya hanya memahami teori dan menulis. Atau dalam kata lain, metode yang digunakan adalah mendengarkan-menulis.

Tinggalkan Balasan