Terima Kasih, Cipasung

Akhirnya, ketika orang-orang usai merayakan tahun baru, pada 2 Januari 2025, kami bertiga — saya, Bro Daniel, dan Bro Chan– meluncur ke arah Cipasung. Dalam perjalanan, niat untuk lebih dulu menelepon Kang Acep saya urungkan. Justru, jika saya jadi menelepon, rencana tersebut bisa jadi batal atau berubah haluan. Tekad kami sudah bulat: diterima atau tidak, tempat pertama yang harus kami datangi adalah rumah Kang Acep.

Dan benar saja. Kang Acep tampak begitu terkejut ketika kedatangan tamu yang tak dikenal. Namun, setelah kami memperkenalkan diri, dan mengutarakan maksud kunjungan kami, Kang Acep mulai terlihat bungah. Kami pun segera terlibat obrolan yang menyenangkan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Obrolan di Makam

Malam itu, Kang Acep meminta salah satu putranya, Diwan Masnawi, untuk menemani kami ziarah ke makam para masyayikh Pondok Cipasung. Sebelum beranjak ke makam, kesempatan itu saya gunakan untuk wawancara khusus dengan Kang Acep yang hasilnya sudah dirilis di sini.

Saat ziarah ke makam Kiai Ilyas Ruhiat, kami juga ditemani para cucunya, Diwan Masnawi dan Muhammad Thoriq Aziz, serta Ajang M Abdul Jalil. Usai ritual ziarah, kami masih terlibat obrolan panjang nan syahdu di samping pusara Kiai Ilyas Ruhiat hingga tengah malam. Namun, hingga saat itu, belum ada yang bisa disimpulkan dari obrolan tengah malam di tengah makam itu. Yang sudah pasti, kami akan segera datang lagi.

Purnama di Galunggung

Sehabis Lebaran, persisnya pada 12 April 2025, kami kembali ke Cipasung. Persis malam purnama. Sehabis sowan ke pengasuh Pondok Cipasung, kami menghabiskan purnama di lereng Galunggung sembari berendam di kolam air panas dari mata air gunung.

Pada perjalanan yang kedua inilah, dari pengasuh pondok kami memperoleh restu untuk menyelenggarakan pelatihan penulisan kreatif dan jurnalistik yang dijadikan bagian dari rangkaian kegiatan Pra-Haul ke-2 Masyayikh Cipasung. Setelah itu dibentuk panitia bersama. Panitia dari “Geng Cipasung” bertugas menyiapkan teknis pelaksanaan, dari duniasantri menyiapkan seluruh materi dan narasumbernya. Sastrawan Putu Fajar Arcana, Redaktur Kompas Hilmi Faiq, Ngatawi Al-Zastrouw alias Kang Zastrouw, dan peneliti Dahris Siregar langsung mengosongkan waktu begitu kami menyodorkan jadwal pelatihan akan digelar pada 29-30 Mei 2025.

Kick Off Pra-Haul

Sejak itu kami sering mengadakan rapat secara online sampai persiapan benar-benar matang. Dan hari yang sangat dinanti itu akhirnya tiba juga. Di hari pertama, pelatihan dengan materi penulisan opini dan dasar-dasar jurnalistik diikuti lebih dari 50 peserta dengan narasumber Hilmi Faiq dan Mukhlisin. Peserta tidak hanya datang dari Pondok Cipasung, tapi juga dari daerah-daerah sekitarnya, termasuk Ciamis dan Bandung.

Tinggalkan Balasan