Terjebak Euforia Ramadan

Tetapi yang terjadi adalah sebaliknya. Kegiatan-kegiatan di luar substansi nilai Ramadan yang justru menjadi lebih intens dan semarak. Menabuh genderang untuk membangunkan orang sahur adalah sebuah niatan yang baik. Namun perlu dipahami bahwa riuh tetabuhan genderang dan alat lainnya tidak hanya didengar oleh orang yang mau puasa. Mereka yang tidak ada kaitannya dengan kewajiban puasa, semisal anak kecil, orang jompo, orang dalam keadaan sakit, bahkan orang nonmuslim sekalipun harus mendengar keberisikan dari tetabuhan keliling kampung. Tidak semua orang merasa senang dan memaklumi kondisi budaya atau tradisi ini. Maka mencoba membatasi kebisingan merupakan langkah yang terbaik.

Ustaz Zacky Mirza, yang beberpa hari yang lalu mengalami tidak sadarkan diri saat memberikan tausiyah, juga menjelaskan bahwa di Mesir tradisi membangunkan sahur juga ada. Namun, kegiatan tahunan itu dilakukan dengan aturan yang ketat. Di antaranya dilakukan dengan cara mengumandangkan bacaan selawat dan ayat-ayat Al-Quran dengan suara yang merdu dari seseorang yang sudah diseleksi sebelumnya. Maka, menurut Ustaz Zacky, seharusnya kegiatan membangunkan sahur diatur sedemikian rupa agar tidak terjadi miskomunikasi dan miskonsepsi di tengah kehidupan yang plural dan beragam.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kita masih ingat, bahwa beberapa waktu yang lalu, artis pemeran Para Pencari Tuhan, Zaskia Adya Mecca, di-bully para nitizen gara-gara mempertanyakan keetisan membangunkan sahur lewat TOA masjid dengan gaya nyeleneh. Mempertanyakan kewajaran sesuatu yang dianggap tak wajar merupakan kewajaran itu sendiri. Artinya, tidak masalah ketika kita punya pemikiran lain terkait sesuatu yang dipandang kurang etis. Tentu saja sebagai publik figur, Zaskia harus menerima kenyataan yang terjadi, meski semua bermula dari niatan yang baik.

Tinggalkan Balasan