Terjebak Euforia Ramadan

Hingga akhirnya, Rama —yang membangunkan sahur lewat TOA masjid dengan suara tidak biasa (Mimi Peri)— diundang untuk meluruskan bahwa antara Zaskia dan Rama terjalin hubungan yang biasa-biasa saja. Setiap orang punya hak untuk berpendapat, senyampang penyampaian pendapat itu dilakukan dengan cara sopan dan baik. Bukan sekadar merundung, mempersikusi, mencela, mencemooh, merendahkan, dan sikap yang tidak bertanggung jawab lainnya.

Euforia Ramadan merupakan sesuatu yang wajar. Karena bulan suci ini datang hanya sekali dalam setahun. Tetapi, euforia yang sebenarnya adalah bagaimana kita bergembira, bersuka ria untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Bukan hanya sebatas hura-hura, pesta pora, bersuka ria, tanpa adanya nilai ibadah yang bahkan justru terjebak kepada sikap lalai dan tak mengindahkan terhadap substansi Ramadan. Wallahu A’lam! 

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Tinggalkan Balasan