(TIDAK) ADA SAMPAH PUISI YANG BERSERAKAN
*Narasi Puisi untuk Pak Chairil Anwar.
Narasi I

Semakin mekar namamu di 28 April. Menaungi ribuan puisi di bumi pertiwi yang tidak boleh kerdil.
Pak,
Mata puisimu setajam kenang menusuk hati sang empunya. Bait-baitnya melukai ego pemiliknya.
Mengalirlah kata demi kata
mengisahkan
Bahwa pahit tak selalu cerita kopi dengan ampasnya.
Mulut puisimu membuka tabir persepsi
Bermuncullah narasi demi narasi, bahwa manis tak selalu tentang gula.
