Telah kau rekam segala jejak abjad yang maknanya mampu sesederhana alasan.
Atau serumit kebenaran.

Pak,
Pada almanak semesta, namamu telah terhitung
Sebagai pendatang paling antah dan penjelajah
yang bertualang tanpa resah.
Narasi II
Semesta kemudian mengerti,
tak ada sisa puisi yang sia-sia, atau berserakan menjadi onggokan sampah.
Bukankah puisi tidak pernah berbohong? Ia selalu sanggup masuk, menetap, dan mencintai (nurani) setiap pribadi.
