TITIMANGSA

Tidak!

Sebenarnya angka-angka kalenderlah
yang meninggalkanku di sini;
bersama usia, bersama seragam, topi
sepatu, tas, dan kertas-kertas ijazah.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Betapa ingatanku masih menjadi muara
yang tak pernah kering dengan aroma tanah
sudut-sudut desa, atau debu batu-batu kali
atau derit lantai langgar milik pak kiai.

Betapa tak ada lagi yang lebih
jujur ketimbang zaman itu, dan waktu pagi
tentang tata cara menjaga cinta, tawa, dan cita-cita
yang selalu segar dan baru
sebagaimana embun di daun-daun randu.

Sekarang jantungku
Waspada selalu
saat seseorang berkata:
“Dewasa ialah harus pintar pura-pura”

Benar, meski begitu aku tetap bisa
menikmati senja, sebab ia hadiah
dari Tuhan untukku dan mereka;
para pekerja dan pecinta
yang betah menanggung tabah
yang sabar menahan rasa.

Tulungagung, 2020.

RIWAYAT IMAN

Umpama rerumputan
perlahan ditumbuhkan
dimakan binatang
dan hilang

Umpama bunga
perlahan merekah
dipetik waktu
dan layu

Tinggalkan Balasan