Parto mulai membuat ancang-ancang untuk mengalahkan Subowo. “Kita lihat saja nanti, siapa yang akan berhasil menduduki kursi ini,” ancam Parto sesekali menepuk meja yang ada di hadapannya.
Bibir hitamnya akibat kepulan rokok tersenyum sinis. Tiba-tiba ia teringat sesuatu. Ide bagus rupanya baru saja nuncul di otaknya. Ide yang pernah membuatnya bisa menjadi pejabat dan sudah lama terlupakan. Ia harus memanfaatkannya kembali setelah sekian lama tak ada orang yang menyainginya untuk mencalonkan diri sebagai kepala desa. Ia mulai memejamkan mata disertai bibir komat kamit. Lima menit kemudian, bau anyir mulai tercium memasuki kedua lubang hidung Parto. Pertanda sebentar lagi makhluk halus yang dibutuhkan Parto segera datang.

“Rupanya kau masih membutuhkanku, makhluk sombong.”
Parto langsung membungkukkan badannya. Mata Parto terasa berat untuk menatap makhluk halus itu. Sebab suaranya seperti halilintar. Parto sempat melihat rambutnya yang panjang melilit di lantai. Perasaan takut ia buang jauh-jauh. Satu per satu Parto mulai mengutarakan maksudnya.
“Kau jaga baik-baik benda ini, jika tidak, rasakan sendiri akibatmya,” pesan makhluk halus itu setelah menjelaskan tata cara menggunakan bendanya. Benda itu berbentuk tangkai kayu panjang dan dililiti kain berwarna merah. Sebut saja tongkat berselendang merah. Tangan Parto terasa dingin ketika memegangnya.
“Baik, Tuan,” tanpa pamit makhluk halus itu langsung pergi meninggal Parto sendirian.
***
Hari pemilihan calon kepala desa sudah tiba. Satu per satu orang bergantian memilih kepala desa sesuai pilihan masing-masing di TPS (Tempat Pemungutan Suara). Subowo nampak di atas panggung yang telah disediakan bagi calon kepala desa. Wajahnya tersenyum sumringah. Nampak sekali kalau dia yakin akan menang. Berbeda dengan Parto yang tidak terlihat di sebelah tempat duduk Subowo. Kabar yang terdengar, Parto tidak bisa hadir disebabkan sakit. Mendengar kabar itu, dalam hati Subowo tertawa terbahak-bahak. Ia membayangkan Parto sedang terbaring lemah dengan perasaan cemas karena sebentar lagi ia akan menggantikan posisi Parto.
***
