Secara singkat dapat disimpulkan bahwa kitab Tsabat mempunya fungsi sebagai penjelasan terkait sanad keilmuan seseorang, kitab apa yang dia pelajari, dan kepada siapa dia mempelajari kitab tersebut. Nah, inilah yang selanjutnya akan menjadi garis sanad keilmuan pada murid-muridnya secara terus-menerus, sehingga sanad dalam tradisi keilmuan Islam terus terjaga kelestariannya sampai akhir kehidupan.
Tsabat Ibn Hajar

Tsabat al-Imam Syaikh al-Islam Ibn Hajar al-Haitami merupakan sebuah kitab yang berisi sanad-sanad keilmuan Imam Ibn Hajar al-Haitami yang ditulis sendiri. Tsabat ditulis atas permintaan Qadli Mekkah, al-Imam Ahmad bin Muhammad (934-986 H). Pada saat itu, sang Qadli memohon kepada Imam Ibn Hajar untuk membacakan kitab Sahih al-Bukhari kepadanya, sekaligus memberinya sebuah ijazah.
Tentu hal ini langsung mendapat respons positif dari Imam Ibn Hajar. Ibn Hajar menyampaikan bahwa dirinya sangat suka jika menggunakan metode periwayatan level tertinggi, yaitu Qiraat asy-Syaikh. Tak berselang lama, ia langsung membacakannya sedangkan, sang Qadli Mekkah menyimaknya di hadapan Kakbah.
Tak berhenti di sini, sang Qadli juga meminta untuk dituliskan beberapa sanad lagi, di antaranya sanad al-Kutub as-Sittah (enam kitab hadis), kitab-kitab Musnad, kitab-kitab Jami’, dan beberapa kitab lainnya. Lagi-lagi tujuan mulia tersebut mendapat apresiasi dan respons positif dari Imam Ibn Hajar. Ia mengabulkan permintaan dari sang Qadli Mekkah dengan harapan agar sanad yang beliau berikan menjadi bekal yang sempurna dalam rangka menyebarluaskan hadis-hadis Nabi SAW serta ilmu-ilmu yang berkaitan dengannya, bukan untuk dijadikan ajang pamer apalagi hanya sekedar menyombongkan diri. Hal semacam inilah yang penting untuk dijadikan keteladanan, di mana ada seorang penguasa memiliki dedikasi dan semangat yang tinggi dalam menuntut ilmu, di saat yang lain silau dengan kursi jabatannya dan kegelimangan hartanya.
Kitab Tsabat al-Imam Syaikh al-Islam Ibn Hajar al-Haitami ini ditahqiq oleh seorang ulama asal Yordania bernama Dr Amjad Rasyid Muhammad Ali, Dekan Fakultas Fiqh Syafi’i Universitas Sains dan Pendidikan Dunia Islam Yordania. Kitab ini dicetak oleh Dar al-Fath li an-Nasyr Wa at-Tawzi’ Yordania dengan jumlah 548 halaman.
Kitab ini memuat enam pembahasan: pertama, mukadimah yang mungupas secara mendalam terkait keutamaan ilmu hadis, sanad, serta keutamaan ahlinya. Kedua, penyebutan sanad-sanad Imam Ibn Hajar al-Haitami kepada hadis musalsal, seperti al-musalsal bi ar-Rahmah wa al-Mushofahah. Ketiga, penyebutan sanad-sanad khirqah at-tasawwuf (kain yang digunakan sebagai simbol pensanadan dan pengijazahan tarekat sufi). Keempat, penyebutan silsilah fikih dan ushul fikih. Kelima, penyebutan sanad-sanad Imam Ibn Hajar kepada kitab-kitab Hadis. Dan, keenam, penyebutan sanad-sanad Imam Ibn Hajar kepada para imam dan karyanya.
Dalam penyusunan Tsabat ini, Imam Ibn Hajar merujuk kepada beberapa sumber otentik, di antaranya: kitab Tsabat Syaikh al-Islam Zakariya al-Anshari, Masyyakhah al-Imam Zainuddin as-Sunbathi, Tsabat al-Hafidz al-Jalal as-Suyuthi yang disebut juga kitab Zad al-Masir fi al-Fihrist as-Shaghir, Ithaf al-Firqah fi Rafwi al-Khirqah karya al-Imam al-Hafidz as-Suyuthi, as-Safinah al-‘Iraqiyyah fi Libas al-Khirqah as-Sufiyyah karya al-Imam Muhammad bin ‘Iraq, al-Juz’ al-Lathif fi at-Tahkim asy-Syarif karya al-Imam Abu Bakr al-‘Aydrus, al-Jawahir al-Mukallalah karya al-Hafidz as-Sakhawi, Thabaqat asy-Syafi’iyyah al-Kubra karya al-Imam Tajuddin as-Subki, Wafayat al-A’yan karya al-Imam Ibn al-Khillikan/al-Khallikan, ad-Dhau’ al-Lami’ li Ahli al-Qarn at-Tasi’ karya al-Hafidz as-Sakhawi, dan beberapa sumber lainnya.
Untuk memastikan otentifikasi kitab Tsabat al-Imam Syaikh al-Islam Ibn Hajar al-Haitami, maka Dr Amjad Rasyid Muhammad Ali selaku muhaqqiq juga menyertakan sanadnya kepada kitab Tsabat ini dan kitab-kitab karya Imam Ibn Hajar al-Haitami lainnya. Ia meriwayatkannya dari beberapa gurunya dengan sanad tertinggi, yaitu: pertama dari al-Musnid as-Sayyid asy-Syarif al-Mu’ammar Abdurrahman bin al-Allamah as-Sayyid Abd al-Hayyi bin Abd al-Kabir al-Kattani al-Maliki, dari ayahnya dengan sanad yang bersambung hingga mushannif, yakni Imam Ibn Hajar al-Haitami.
Kedua dari al-Allamah asy-Syaikh Muhammad Namir al-Khatib al-Filasthini al-Hanafi. Ia meriwayatkan dari sejumlah ulama’ salah satunya al-Muhaddits asy-Syaikh Muhammad Habibullah asy-Syinqithi dengan sanadnya yang bersambung kepada Imam Ibn Hajar al-Haitami. Ketiga dari al-Allamah al-Muarrikh al-Faqih al-Mu’ammar asy-Syaikh Abdullah bin Ahmad an-Nakhibi al-Yamani asy-Syafi’i, beliau dari al-Habib Alwi bin Abdirrahman bin Abi Bakr al-Masyhur dari al-Allamah Musnid Hadramaut as-Sayyid ‘Aydrus bin Umar al-Habsyi dengan sanadnya yang bersambung kepada Imam Ibn Hajar al-Haitami. Wallahu a’lam
Sumber rujukan utama dan pendukung dalam tulisan ini:
- Kitab Tsabat al-Imam Syaikh al-Islam Ibn Hajar al-Haitami karya Imam Ibn Hajar al-Haitami
- Kitab Nafais ad-Durar fi Tarjamati Syaikh al-Islam Ibn Hajar karya Syaikh Abu Bakr bin Muhammad bin Abdillah Ba ‘Amr as-Saifi
- Kitab al-Imam Ibn Hajar al-Haitami wa Atsaruhu fi al-Fiqh asy-Syafi’i karya Dr. Amjad Rasyid Muhammad Ali
- Kitab Kifayah al-Mustafid li Ma ‘Alaa min al-Asanid karya Syaikh Muhammad Mahfudz bin Abdillah at-Tarmasi/at-Turmusi
- Kitab Hasyiyah at-Tarmasi karya Syaikh Muhammad Mahfudz bin Abdillah at-Tarmasi
