UKASYAH MEMELUK SURGA
I

“Atas nama Tuhan
dan hakku kepada kalian
jika aku zalim, balaslah, sekarang!”
II
Di luar nabawi
padang pasir menahan gelisah
daun-daun kurma ingin patah
mendengar khotbah Nabi
Di depan mimbar
berpasang-pasang mata terbuka
bak jendela rumah di pagi buta
hanya diam dan pasrah
III
Hingga tiga kali hitungan
Muhammad mengulang-ulang
sebuah penegasan: tanda perpisahan
Seorang lelaki spontan berdiri
dadanya tampak sesak
menyimpan kerinduan
Memecah kerumunan
seperti sabetan pedang
di tengah-tengah perang
Di hadapan purnama
lelaki itu tak punya daya
tubuhnya menjelma arca
Bibirnya terlihat berat
tapi tetap berpuisi:
“Demi ayah dan ibuku, Wahai…
pemilik mukjizat abadi
entah sengaja atau tidak
pecutmu telah mengenai perutku”
