UKASYAH MEMELUK SURGA

Dahulu di tepi cinta
karang-karang gemetaran
binatang, tumbuhan
dan kenangan putih pucat
lari menuju perbatasan.

Prahara bergulung di udara
Rumah-rumah pecah
Pohon-pohon patah
Karena sabda Nuh, Tuhan murka.
Langit dan samudera menghitam
ingin memuntahkan dan menghantam
putra wayang, semata sayang
yang membangkang pada alam.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Sejauh pandang, tak akan lepas
dari ombak. Sependek usia dihempas
ke dalam siksa penyesalan
yang sulit hilang, seperti kangen Nuh
memegang tangan Kan’an sebelum karam.

Tulungagung, 2020.

DOA IBU

Seperti laut merah
di bawah tongkat Musa.
Terbelahlah sekujur tubuhku
oleh doamu yang setajam pedang
membukakan jalanku kepada Tuhan

Tulungagung, 2020.

DI ATAS PUNCAK

Setelah sampai
tak ada jalan lagi
kutemukan diri

mengecil
mengerdil

Di antara pepohonan
dan rasi bintang
A-K-U hilang

Tinggalkan Balasan