Menurutnya, pemasangan plastik ini sudah diperhitungkan matang. Misalnya, tingginya itu berada di atas kepala manusia. Sehingga bila ada jamaah yang batuk atau bersin, taka ada droplet yang muncrat ke jamaah di sebelahnya. Kalaupun terjadi senggolan dengan jemaah di sebelahnya, juga sudah terlindung plastik.
Pemasangannya pun diatur sedemikian rupa, sehingga jemaah akan tetap nyaman dalam melakukan semua gerakan salat, termasuk saat duduk bersila. Sebab, jaraknya sudah diatur sesuai dengan ukuran sajadah yang biasa digunakan.

Qodir juga menyampaikan terdapat hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan shaf salat mesti rapat dan lurus. Sebab, jika terdapat jeda atau renggang akan ditempati oleh setan. Untuk itu, dengan penggunaan batas plastik relatif tak jeda yang lebar antarjamaah.
“Yang terpenting adalah kita tetap bisa melaksanakan salat berjamaah sesuai aturan agama, namun kita tetap melaksanakan anjuran pemerintah. Aturan kesehatan tetap kita taati. Kita salat juga pakai masker, dan untuk wudhu sudah dilakukan jamaah dari rumah-masing-masing,” katannya.
