Selain itu, panitia simposium juga mengundang para akademisi, peneliti, aktivis, pendakwah, misionaris, dan siapa saja yang tertarik untuk mengirimkan abstrak yang juga akan dipresentasikan dalam simposium ini.
“Nanti akan dinilai oleh tim dan akan diumukan mereka yang lolos,” katanya Ahmad Suaedy. Suaedy menambahkan, bagi yang abstraknya tidak lolos tidak perlu khawatir karena masih dapat mengikuti diskusi-diskusi sepanjang gelaran simposium ini secara daring.

Masa pengiriman abstrak, imbuhnya, dapat dilakukan mulai 21 Juni sampai 25 Juli 2021 dengan batasan maksimal 500 kata. Seleksi abstrak dilakukan dari 25 Juli sampai 30 Juli 2021. Pengumuman penerimaan abstrak dilakukan 31 Juli 2021. Sedangkan, artikel penuh untuk presentasi dapat dikirimkan paling lambat tanggal 20 Agustus 2021.
Selain itu, dalam rangkaian simposium ini juga akan digelar pameran. Pameran yang digelar secara virtual ini akan menghadirkan berbagai temuan arkeologis yang berkaitan dengan kosmopolitanisme Nusantara.
