Urgensi Afiliasi dalam Beragama

Rasulullah SAW bahkan pernah menyinggung persoalan afiliasi ini. Beliau pernah bersabda, yang kartinya, “Berjamaah (berafiliasi) adalah rahmat, sedangkan memisahkan diri (non-afiliatif) adalah pangkal dari siksaan.”

Rasulullah tidak ingin umatnya berjalan sendiri-sendiri. Beliau ingin umatnya berkumpul dengan orang-orang yang membuatnya bertumbuh bersama orang-orang yang satu koridor dengannya. Karena, inti dari afiliasi adalah saling melengkapi. Orang yang tidak mau berafiliasi akan cenderung mengevaluasi dirinya sendiri, sehingga penilaiannya tidak objektif. Sedangkan, orang-orang afiliatif akan saling bergesekan satu sama lain, sehingga selain punya insting keagamaan yang kuat, orang-orang afiliatif akan cenderung punya kepekaan sosial, rasa kemanusiaan, dan kepedulian yang lebih peka.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Jika seorang memang punya kultur dan pola pikir nahdliyin, maka jangan ragu untuk mengatakan “Saya NU.” Apabila seorang memang punya pola hidup dan kenyamanan dengan dakwah-dakwah Muhammadiyah, maka jangan ragu untuk mengatakan “Saya Muhammadiyah.” Dan lain sebagainya. Karena ketakutan hanya milik orang-orang yang ragu akan pilihan hidupnya.

Wallahu A’lam.

Tinggalkan Balasan