Rasulullah SAW bahkan pernah menyinggung persoalan afiliasi ini. Beliau pernah bersabda, yang kartinya, “Berjamaah (berafiliasi) adalah rahmat, sedangkan memisahkan diri (non-afiliatif) adalah pangkal dari siksaan.”
Rasulullah tidak ingin umatnya berjalan sendiri-sendiri. Beliau ingin umatnya berkumpul dengan orang-orang yang membuatnya bertumbuh bersama orang-orang yang satu koridor dengannya. Karena, inti dari afiliasi adalah saling melengkapi. Orang yang tidak mau berafiliasi akan cenderung mengevaluasi dirinya sendiri, sehingga penilaiannya tidak objektif. Sedangkan, orang-orang afiliatif akan saling bergesekan satu sama lain, sehingga selain punya insting keagamaan yang kuat, orang-orang afiliatif akan cenderung punya kepekaan sosial, rasa kemanusiaan, dan kepedulian yang lebih peka.

Jika seorang memang punya kultur dan pola pikir nahdliyin, maka jangan ragu untuk mengatakan “Saya NU.” Apabila seorang memang punya pola hidup dan kenyamanan dengan dakwah-dakwah Muhammadiyah, maka jangan ragu untuk mengatakan “Saya Muhammadiyah.” Dan lain sebagainya. Karena ketakutan hanya milik orang-orang yang ragu akan pilihan hidupnya.
Wallahu A’lam.
