Gerakan dakwah Sunan Ampel dengan mendirikan pesantren menjadi satu jalan munculnya jaringan Wali Songo. Melalui pesantrennya, ia mendidik kader-kader ulama yang kemudian menyebar mendakwahkan Islam. Di antara santri Sunan Ampel yang menjadi Wali Songo adalah Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Giri, dan Sunan Gunung Jati.
Dalam perjalanan dakwahnya, Sunan Bonang memiliki murid yang bernama Sunan Kalijaga. Dan, Sunan Kalijaga memiliki anak yang dikenal sebagai Sunan Muria. Adapun keterhubungan jaringan ulama Sunan Kudus dalam Wali Songo, salah satunya, adalah ia merupakan kerabat dekat Sunan Ampel. Beberapa sumber menyebut Sunan Kudus sebagai cucu Sunan Ampel, dan juga cucu Ali Murtadho (kakak Sunan Ampel).

Jadi para wali yang merupakan Wali Songo memiliki ikatan ulama dalam jaringan, baik berdasarkan sanad keilmuan maupun nasab kekerabatan.
Bagaimana dengan Syekh Siti Jenar?
Sejauh yang saya ketahui, Syekh Siti Jenar adalah Wali Songo yang bukan murid Sunan Ampel, dan bukan pula murid dari Wali Songo yang lain. Secara nasab kekerabatan, ia juga tidak punya hubungan dekat dengan Wali Songo yang lain. Satu-satunya relasi Syekh Siti Jenar dalam jaringan Wali Songo, yang saya dapati, adalah ia merupakan teman dekat dari Sunan Kalijaga. Relasi dengan Sunan Kalijaga yang membuat Syekh Siti Jenar masuk dalam jaringan Wali Songo.
Jejaring Ampel dan Penyebaran Islam
Wali Songo bukan yang pertama menyebarkan Islam di tanah Jawa, terlebih Nusantara. Sebelum kehadiran Sunan Ampel, sudah ada wali atau ulama penyebar Islam yang datang di Jawa. Beberapa nama sudah saya sebutkan pada pembahasan sebelumnya. Selain itu, di Sumatera, sebelum era Wali Songo, Islam juga sudah menyebar, bahkan telah ada kerajaan Islam seperti Samudera Pasai.
Meski Wali Songo bukan yang pertama menyebarkan Islam, namun kita tidak dapat memungkiri bahwa jaringan ulama ini yang sukses mengislamkan tanah Jawa. Islamisasi yang stagnan selama berabad-abad menjadi sangat berkembang dengan hadirnya Wali Songo. Kekuatan Wali Songo dalam menyebarkan Islam di tanah Jawa, setidaknya berporos pada jaringan santri Pesantren Ampel dan jaringan kekerabatan yang dibentuk oleh Sunan Ampel.
Santri-santri Ampel, setelah selesai masa pendidikan, menyebar ke berbagai daerah di pulau Jawa. Di mana mereka berpijak, di situ mereka mendakwahkan Islam. Tentu yang menyebar itu tidak hanya Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Giri, dan Sunan Gunung Jati sebagai bagian inti Wali Songo, melainkan juga banyak wali yang lain. Dan, pada proses lebih lanjut, muncul wali-wali lain yang merupakan santri dari alumni Ampel. Sehingga, jejaring Ampel menjadi makin besar dan menjangkau lebih banyak daerah di Jawa.
