Wasilah Ruang Terbuka itu Bernama duniasantri.co

Saya merasa sangat gembira mengetahui bahwa duniasantri.co memasuki ulang tahunnya yang ke-3 di tahun 2022 ini. Saya sebagai santri yang nunut urip di sini begitu bersyukur. Sebab, banyak hal telah diberikan oleh duniasantri.co yang menyelamatkan saya pada waktu yang tepat (atas izin dan pertolongan Allah).

Pada dasarnya saya lebih sering menulis puisi sejak lulus dari ruang perkulihan, dan kurang terlatih menulis cerpen dan opini. Walaupun, dulu sewaktu kuliah memang tugas-tugas semacam itu ada, tapi hasrat untuk terampil menulis itu kurang sekali, ditambah informasi dan pengetahuan yang sungguh minim.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Dorongan saya menulis sebetulnya lebih kepada suatu pekerjaan yang “hanya (menulis) itu” yang dapat saya lakukan. Saya merasa seperti tidak begitu kerasan bekerja selain menulis. Hal itu saya alami sejak menjadi guru Bahasa Indonesia di salah satu sekolah menengah pertama di kampung saya. Tentu saja mengajarkan ilmu adalah kegiatan yang mulia. Namun, sebagai pengajar saya merasa tidak pantas, dan memang basis kuliah saya bukanlah dari pendidikan.

Perlahan, kegelisahan saya semakin dalam. Saya seperti kehilangan harapan hendak melakukan apa dan bagaimana. Saya mencoba membuktikan diri dengan terus menulis dan mengirimkannya ke media massa baik koran maupun situs daring. Pada mulanya semua itu tak membuahkan hasil. Saya menunggu sembari terus mengasah keterampilan, membaca aneka buku, menabung untuk membeli berbagai buku, berpikir setiap saat dengan bahasa. Semua benar-benar terasa lama dan cukup menyiksa saya.

Tinggalkan Balasan