Wisata Kuliner ala Santri Sukorejo (1): Santapan Gratis Berbuah Manis

Gimana? Gak nyesel, ‘kan, jadi santri?

Perut Kenyang, Otak Berkembang

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Jika ditekuni lebih serius, santri juga punya modal untuk menjadi food vlogger. Bukan seperti food vlogger masa kini yang cuma menyantap makanan dan menggambarkan deskripsi rasa—itu pun rata-rata hanya menggunakan kata ‘enak’, ‘rasanya kuat’, dan penggambaran lain yang terlalu sederhana. Melainkan, santri berbakat untuk menjadi food vlogger seperti di permulaan munculnya profesi tersebut, kurang lebih 20 tahun lalu.

Sebut saja sosok Bondan Winarno dengan tagline ‘Maknyuss’ atau Benu Buloe yang memiliki tagline ‘Lazizzz’. Mereka sudah menjadi food vlogger sejak pertengahan dekade 2000-an lewat program di Trans TV. Tentunya, dengan cara analisa yang jauh lebih dalam.

Bayangkan saja, dari sebuah makanan sederhana, Bondan Winarno bisa menjelaskan cita rasa, bumbu yang sekiranya digunakan, sejarah makanan tersebut, hingga menyambungkannya ke beberapa makanan lain.

Cara analisa inilah yang membuat sosoknya tidak hanya dikenal dengan kelihaian berbicara di depan kamera tentang cita rasa makanan, tetapi juga dihormati berkat pengetahuan yang luas sekaligus mendalam.

Nah, di pesantren, selain perut, wawasan kita juga diisi. Tak jarang kita menyantap suatu makanan sambil berbincang mengenai tutorial pembuatan, bahan dan bumbu yang dipakai, hingga adat yang berkaitan dengan makanan itu. Kalau Taman Kanak-Kanak punya jargon bermain sambil belajar, mungkin santri juga perlu bikin jargon, makan sambil belajar. Hebatnya, saat tak ada makanan yang terhidang pun kadang kita tetap belajar, berdiskusi soal makanan.

Memang, sampai serandom itulah obrolan kami.

Tinggalkan Balasan