Yang Hilang Selama Perjalanan

“Kalau dialog lewat mulut yang terjadi perdebatan dan pertikaian, tapi kalau dialognya lewat musik, maka akan terjadi perdamaian karena semua merasa senang dan bahagia,” demikian kata Zastrouw mengutip pernyataan Gus Dur.

“Dialog melalui seni budaya ini merupakan cara yang digunakan oleh para ulama Nusantara yang akhirnya menjadi karakter Islam Nusantara,” lanjut Zastrouw.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Sementara itu, dalam sambutan pelepasan, Dekan FIN UNUSIA yang sekaligus Wakil Ketua PBNU, Dr Ahmad Suaedy, menyatakan bahwa Roadshow Kebudayaan yang dilakukan oleh KAG merupakan bagian dari upaya mewujudkan humanitarian Islam. Selain itu, Dr Suaedy juga menyatakan bahwa UNUSIA sedang mempersiapkan program studi Seni Budaya Islam Nusantara.

“Untuk mengembangkan pemikiran seni budaya budaya Islam Nusantara kami sudah lama merencanakan pembukaan program studi seni budaya Islam Nusantara. Kami sedang taraf mempersiapkan SDM-nya. Apa yang kita lakukan saat ini merupakan bagian dari persiapan tersebut,” kata Suaedy.

Pelepasan roadshow internasional KAG ke Vatikan secara resmi dilakukan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Hj Arifatul Choiri Fauzi.

Dalam sambutannya, ia menegaskan, meskipun KAG bukan utusan resmi negara, namun penampilan KAG dan misi yang dibawanya adalah representasi masyarakat Indonesia. Untuk itu Arifah berpesan agar KAG dapat menjaga nama baik bangsa dan budaya Indonesia dengan memberikan penampilan yang sebaik-baiknya sehingga menimbulkan kesan yang baik di hadapan masyarakat internasional.

Malam hari, setelah konser pelepasan di UNUSIA, diselenggarakan selamatan dan doa bersama di rumah dinas Menteri PPPA di Jalan Widya Candra. Hadir dalam acara selametan ini para kolega Ki Ageng Ganjur,  di antaranya Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Restu Gunawan, para Deputi Kementrian KPPPA, tim Akar Indonesia, perwakilan PT Djarum, Elly Taguchi dari Soka Gakkai Indonesia, dan lain-lain.

Dalam acara selametan dan doa bersama ini, Zastrouw menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung sehingga kegiatan Roadshow Internasional KAG ke Vatikan dan Roma dapat terlaksana. Zastrouw juga memohon doa agar roadshow kali ini berjalan lancar, sukses, dan dapat membawa manfaat untuk nama baik bangsa Indonesia. Sedangkan, Menteri Arifah menyampaikan rasa haru dan sedih karena tidak dapat ikut dalam event yang sudah dipersiapkan sekitar enam bulan.

Tinggalkan Balasan