Pada jam 23.00 waktu Doha, pesawat yang kami tumpangi mendarat di Bandara Internasional Hamad Doha untuk transit. Saat berada di bandara, kami teringat 15 tahun lalu, saat KAG pentas di Qatar, tepatnya pada tahun 2009. Pada saat itu, Ki Ageng Ganjur mengadakan roadshow internasional untuk pertama kali di Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA). Para artis yang mendampingi KI Ageng Ganjur saat itu adalah Mell Shandy, Andi Riff, Evie Tamala, dan Niken KDI.
Sebelum pelaksanaan Roadshow KAG ke Qatar dan UEA, pada tahun 2008 kami melakukan konser persiapan di Qatar. Dalam Konser persiapan ini kami menghadirkan artis Widi Hello dan Dara KDI yang diiringi oleh band dari KBRI dan para TKI yang ada d Qatar. Konser persiapan ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat Indonesia yang ada di Qatar. Hal inilah yang membuat kami yakin untuk menyelenggarakan konser KAG pada tahun berikutnya.

Saat transit di Doha, kembali kami merasakan ada sesuatu yang hilang, karena absennya sang manajer. Biasanya ibu manager yang selalu cerewet mengingatkan anak-anak Ganjur agar tidak terpisah dari rombongan. Ibu manager pula yang membeli makanan kecil untuk camilan saat menunggu di ruang transit. Menghitung jumlah rombongan atau berlari mencari gate dan bertanya pada petugas untuk keberangkatan berikutnya. Beruntung ada Mbak Yanie dan Mbak Retno yang malam itu menjadi pengganti peran ibu manajer yang tidak bisa berangkat. Keberadaan dua perempuan ini cukup menjadi penenang bagi anak-anak Ganjur.
Pada jam 02.50, pesawat dengan nomor penerbangan QR 115 take off membawa rombongan KAG menuju Bandara Internasional Fumicino Roma. Tak banyak aktivitas yang dilakukan selama penerbangan menuju Roma. Semua istirahat menikmati perjalanan panjang yang melelahkan, hingga akhirnya kami mendarat pada pukul 06.55 waktu Roma. Udara musim dingin kota Roma yang mencapai 5 derajat menyambut kedatangan kami. Namun udara musim dingin saat itu dapat dilawan oleh semangat yang membara dari rombongan KAG.
Setelah melewati pintu gerbang pemeriksaan visa, rombongan disambut oleh Pak Haryadi, petugas dari KBRI yang masuk hingga ke dalam bandara. Pukul 8.50 rombongan tiba di Wisma Indonesia KBRI Tahta Suci Vatikan. Setelah memasukkan barang-barang ke kamar, rombongan langsung menikmati sarapan pagi yang sudah disiapkan oleh Bu Dubes.
Selesai sarapan, rombongan melakukan koordinasi dengan Pak Haryadi, petugas dari KBRI mengenai berbagai aktivitas yang akan dilakukan KAG selama berada di Vatikan. Beberapa kegiatan tersebut di antaranya workshop gamelan untuk pegawai KBRI dan orang-orang Indonesia yang ada di KBRI, latihan bersama dengan komunitas seni musik dari Roma, konser di KBRI, kunjungan ke Basilika dan Museum Vatikan. Setelah briefing dan koordinasi, rombongan KAG langsung istirahat, karena hari itu memang tidak ada jadwal kegiatan.
Malam hari, setelah istirahat para personil KAG melakukan latihan dan persiapan materi workshop di aula KBRI Tahta Suci Vatikan. Dalam suasana seperti ini biasanya kami mendengar petuah ibu manajer yang selalu mengingatkan agar anak-anak Ganjur selalu menjaga disiplin waktu, menjaga kebersihan, dan serius dalam latihan. Namun kali ini petuah seperti itu tidak terdengar lagi. Inilah yang membuat kami merasa ada sesuatu yang hilang dalam dalam roadshow kali ini.
