Setelah keluar dari Organisasi Persatuan Wanita Mesir, Zaynab tetap melanjutkan kiprahnyya berorganisasi dengan mendirikan Sayyidah Jamā’ah Muslimāt pada tahun 1937. Organisasi ini dianggap sebagai organisasi pertama yang berisi para perempuan. Capaian ini ia peroleh di umur 20 tahun.
Mesir yang menjadi tempat tinggal Zaynab adalah suatu negara yang sebagian besar daratannya berupa gurun pasir tak berpenghuni dengan Islam sebagai agama mayoritas yang dianut. pada tahun 1920 hingga sekitar tahun 1950 masih mengalami pendiskriminasian terhadap wanita.

Negara ini tercatat menjadi salah satu negara Timur Tengah dengan tingkat kesetaraan perempuan yang rendah. Dari total 145 negara, Mesir masuk posisi ke -136 dengan kategori tersebut. Kemudian dalam hal gender gap di hal partisipasi dan kesempatan ekonomi menempati ranking ke-135, dalam hal kesetaraan pendidikan menempati ranking ke-115, dan dalam hal pemberdayaan politik perempuan menempati posisi ke-136.
Keadaan sosial Mesir yang seperti itu menggugah jiwa aktivis Zaynab untuk dapat memperjuangkan hak kerja wanita. Selain berjuang dengan mendirikan Sayyidah Jamā’ah Muslimāt dan mengikuti Persatuan Wanita Mesir, Zaynab juga aktif dalam organisasi Ikhwanul Muslimin.
Beberapa hal yang terjadi di Mesir, seperti kudeta militer, koflik antar militer, serta terjadinya konfrontasi terbuka antara kelompok militer dengan kelompok Islamis Ikhwanul Muslimin menjadikan organisasi ini dibekukan dan para anggotanya ditangkap.
Sebagian juga ada yang dipenjara bahkan dihukum mati, bahkan para aktivis Islam, secara umum, mendapatkan serangan dari para penentangnya yang dimotori oleh pemerintah yang diktator. Mereka mengepung dari berbagai arah.
Tak jarang keputusan yang diambil untuk para aktivis Islam ini hanya didasarkan pada dugaan. Muslim yang taat mereka beri tekanan yang berat, para pemikir dan pemimpin agama Islam dihukum gantung, para pemilik ghīrah dalam agama dimasukkan penjara, bahkan mereka menyebar pembunuh di berbagai tempat yang telah menjadi sasaran. Sehingga suasana yang tergambar pada saat itu terasa mencekam.
