dimanfaatkan menjadi ladang penghasilan.
Miris sekali. Surga yang seharusnya dijumpai pada tawa anak-anak dan senyum perempuan
justru menjelma lolongan kesedihan, meski ternyata adalah kesenangan bagi manusia keparat yang lupa melihat manusia lainnya.

Atau barangkali memang sengaja pura-pura tidak melihat.
Lalu anak-anak, menjadi sasaran empuk konglomerat tamak meringkus penghasilan,
sementara perempuan, menjadi surga mereka di atas ranjang;
diperbudaklah perempuan dalam ketidakberdayaannya.
Kemerdekaan, mungkin menjadi satu-satunya kata yang maknanya telah bergeser dan berbalik arah.
PEREMPUAN (API) YANG MENGGIGIL KEDINGINAN
Konon, ada api di tubuh perempuan; panasnya adalah lelehan api neraka.
; selangkangannya menjadi tabu diperbincangkan, namun dahsyat menjadi taruhan para pemabuk di meja dinasnya.
