MALAM TIRAKATAN

MALAM TIRAKATAN

Suara itu keluar tidak dari mulutnya
melainkan dari getaran kerinduan
tanah gersang kepada hujan
daun-daun kepada desir angin
yang menerjemahkan pertemuan

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Ia lebih memilih duduk sendiri di sudut kamar
tengah malam di balik pintu, ia meramal hari dan kabar
dengan merapal ijazah kiai, membersihkan sarang
laba-laba di sudut hatinya, supaya tetap tenang dan terang,
sebagaimana samudera di bawah purnama.

Tulungagung, 2021.

TABIAT WAKTU

/1/

Dengan suara tangis, seorang bayi
meraba-raba gema yang tak henti-henti
di kedalaman dada bapak-ibunya
sebagaimana gemuruh petir di padang savana
yang berusaha menyampaikan salam langit pada dunia

/2/

Di pelukan ibunya, ia menikmati irama
lagu-lagu lama, hingga membawanya
ke altar yang luas tanpa cahaya

“Ingatla Aku, maka kau
bersamaKu setiap waktu”

/3/

Keteduhan dan semilir angin
menaunginya dari musim ke musim
seperti Muhammad didekap pohon sahabi

“Ingatlah Aku, maka kau
bersamaKu setiap waktu”

Tinggalkan Balasan