Kiai Dim, Mursyid Sederhana dan Humoris

“Sopo seng bungahno wong, bakal dibungahno Allah.” Siapa yang menyenangkan orang lain, akan disenangkan oleh Allah.

Tidak terasa, sosok yang pernah dawuh demikian sudah 6 tahun meninggalkan kita. Yaitu, KH A Dimyathi Romly, atau sering kita panggil Kiai Dim. Beliau adalah pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso Jombang, Jawa Timur, sekaligus sebagai mursyid Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah Pusat Rejoso.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Bagi seluruh santrinya, Kiai Dim adalah sosok yang sangat berkesan dalam memori ingatan masing-masing. Beliau adalah kiai yang sangat humoris dan dekat terhadap santri-santrinya. Penampilan Kiai Dim yang sangat sederhana, bersahaja, masih teringat dalam benak penulis yang pernah mendapatkan kesempatan untuk ngangsu kawruh kepada beliau.

Kiai Dim lahir di Rejoso, Jombang, pada 3 Mei 1944. Beliau putra ketiga KH Romly Tamim dari istri Nyai Hj Khadijah Lukman. Sejak kecil, Kiai Dim memperoleh bimbingan dan pendidikan langsung dari ayah dan paman-pamanya di Pesantren Darul Ulum.

Selain itu, Kiai Dim menempuh pendidikan di MI Rejoso, Mts Rejoso, lalu Perguruan Muallimin atas (setingkat MA). Selanjutnya, beliau kuliah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya mengambil jurusan syariah hingga mendapatkan gelar Bachelor of Art (BA) di tahun 1966. Kemudian, beliau melanjutkan kuliah lagi di Fakultas Hukum Universitas Darul Ulum (Undar) dan mendapat gelar Sarjana Hukum (SH).

Tinggalkan Balasan