Begitu beduk ditabuh, azan maghrib berkumandang, puluhan santri berdoa bersama dan berbuka puasa. Menunya sederhana: segelas susu dan beberapa biji kurma. Dalam suasana berbuka itu, seorang santri tiba-tiba berdiri. Berbusana sufi warna merah, ia kemudian berputar, menari, diiringi lantunan salawat dan tabuhan rebana dari santri-santri lainnya. Santri-santri yang lain lagi juga ikut berputar, menarikan tarian darwis.
Sepuluh menit kemudian, para santri akan bergeser menuju musala untuk salah maghrib berjamah —tentu dengan menerapkan protokol Covid-19. Usai salah maghrib berjamaah, barulah para santri itu akan berbuka lagi, tentu dengan menu yang berbeda: nasih plus segala lauk pauknya.

