PADA SEBUAH MALAM DI SERAMBI ASRAMA
melingkar mencari titik pusat,
kawanan manusia itu
senantiasa terjaga.

“adakah puisi tersimpan?”
seorang salik berpeluh sabar
merapikan ilmu dan amal
“jangan gugup, adikku
tersedia aneka macam
rasa kasih dan cinta
di beranda asrama tua”
“tenangkan jiwamu,
dan usirlah segala resah”
tiada monster tak tahu diri,
tiada hantu yang semaunya sendiri.
tenanglah, tenang,
dan tinggallah lebih lama
seperti semestinya.
2025.
AMBIL PERSEDIAAN BEKAL
Kitapun menjadi dewasa
dan kehidupan telah semestinya
mengajari manusia untuk bertahan
ambil persediaan bekal
yang telah termaktub dalam kitab
kelak, akan sampai suatu manfaat
