Analisis Korpus 5000 Tulisan Santri

Jika istikamah dan terus diekstensi, duniasantri.co akan menjadi peta ekologi intelektual kaum santri di Indonesia. Ia juga akan turut mewarnai masa depan dunia pesantren, Islam di Indonesia, dan kesastraan nasional.

Itulah garis besar analisis terhadap korpus tulisan santri yang pada Selasa, 26 Mei 2026, pemuatannya di laman www.duniasantri.co telah mencapai 5.000 karya tulis (festival 5000 karya tulis santri).

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Analisis dilakukan dengan memanfaatkan mesin pintar yang disediakan Artificial Intellegence (AI), yaitu ChatGPT dengan teknologi Large Language Model (LLM). Teknologi LLM diperlukan untuk membaca korpus dari teks karya tulis santri dan memahami konteksnya.

Ada dua klaster yang dianalisis. Pertama, seluruh korpus dari 5.000 tulisan santri. Kedua, korpus tulisan hanya untuk rubrik Opini, Puisi, dan Cerpen.

Klaster kedua ini perlu dianalisis khusus karena dianggap “lebih tebal” dalam mewakili alam pikiran para penulisnya jika dibandingkan dengan tulisan dari rubrik-rubrik yang lain. Total yang dimuat di rubrik Opini, Puisi, dan Cerpen mencapai 3.196 tulisan. Dengan perincian, Opini 2.035 tulisan, Puisi 692 unggahan, dan Cerpen 469 tulisan.

Distribusi Korpus

Hal pertama yang menarik dari pembacaan terhadap korpus 5.000 tulisan santri ini, dari tahun ke tahun distribusinya bervariasi atau beragam, baik dari segi jumlah maupun genre dan tema tulisan. Tahun pertama, misalnya, periode 17 Agustus-Desember 2019, hanya memublikasi 86 tulisan dan lebih banyak berupa reportase atau berita. Wajar, karena duniasantri.co baru tahap pengenalan.

Pada tahun kedua, 2020, terjadi lonjakan pemuatan tulisan, mencapai 915. Tulisan-tulisan tersebut sudah mulai didominasi opini, tapi reportase juga masih kuat. Puncak korpus ternyata terjadi pada 2021, tahun ketiga, yang kebetulan periode masa puncak pandemi Covid-19. Saat itu, dalam setahun yang dirilis mencapai 1.008 tulisan. Yang menarik, meskipun tulisan opini masih dominan, tapi genre puisi naik signifikan. Pada 2022, jumlah perilisan turun, hanya 885 tulisan, namun posisi antara opini dan puisi sama-sama kuat.

Menjadi tanda tanya, pada 2023 terjadi decline, penurunan signifikan. Jumlah tulisan yang dirilis hanya 415. Ada dua kemungkinan yang terjadi. Aktivitas masyarakat pascapandemi mulai normal, dan di saat bersamaan redaksi duniasantri.co mulai lebih selektif dalam meloloskan tulisan. Pada 2024 dan 2025 jumlah tulisan yang dirilis rebound, masing-masing 666 dan 738. Pada periode itu, tulisan opini menjadi sangat dominan. Dan hingga Mei 2026 sebanyak 287 tulisan dirilis, namun belum bisa dilihat rubrik dan genre mana yang dominan.

Distribusi korpus tersebut dapat dibaca, duniasantri.co makin bergerak ke arah platform refleksi dan diskursus wacana, alih-alih sebagai media berita komunitas. Meskipun, tetap memberi tempat pada tulisan news, namun sifatnya tidak lagi hard news atau straight news seperti lazimnya portal berita.

Tema dan Gaya

Dari segi struktur korpusnya, tema dominan di web duniasantri.co terdiri dari tiga lapis: esai-opini, ekologi budaya pesantren, dan sastra. Dengan itu, ia berbeda dari portal Islam pada umumnya, yang didorong oleh berita cepat atau layanan tanya jawab fikih.

Berdasarkan analisis LLM, struktur korpus duniasantri.co didominasi opini tentang keislaman, sosial kemasyarakan, dan kebangsaan dengan porsi 46,82%. Disusul reportase komunitas dan event 15,36%, puisi dan religiusitas puitik 13,88%, serta fiksi santri dan sastra kreatif 11,36%. Dengan kata lain, lebih dari tujuh dari sepuluh artikel bergerak di wilayah esai reflektif, reportase komunitas, dan sastra, bukan hard news.

Dan jika mengacu pada tabel tema, prevalensi, dan kata kunci, terdapat tiga arus utama yang diperlihatkan oleh editorial duniasantri.co. Pertama, “pesantren” menjadi pusat gravitasi wacana, tetapi dihadirkan dalam berbagai bentuk: opini, reportase, sastra, biografi, dan resensi. Artinya, duniasantri.co tidak memperlakukan pesantren hanya sebagai institusi pendidikan, melainkan sebagai semesta sosial, memori, dan identitas.

Kedua, korpus dari 5.000 tulisan santri ternyata memiliki komponen sastra yang sangat besar. Jika puisi dan fiksi digabung, porsinya mencapai 25,24% dari korpus. Ini sangat tidak biasa untuk media Islam Indonesia arus utama, namun justru menjadi diferensiasi paling kuat.

One Reply to “Analisis Korpus 5000 Tulisan Santri”

Tinggalkan Balasan