Bahasa Ibu

Sebelum kita mengenal bahasa Indonesia, sebenarnya ada satu bahasa yang lebih dulu hadir dalam kehidupan kita. Bahasa itu bukan bahasa yang kita pelajari dari buku, bukan pula bahasa yang pertama kali kita temui di sekolah. Ia hadir dari rumah, dari percakapan bersama ibu, ayah, kakek, nenek, atau orang-orang terdekat. Bahasa itulah yang sering kita sebut sebagai bahasa ibu.

Sejak kecil, kita mungkin belum tahu apa nama bahasa yang sedang kita gunakan. Kita hanya tahu bahwa ketika menangis, ada suara yang menenangkan. Ketika lapar, ada kata yang kita ucapkan untuk meminta makan. Ketika ingin bermain, ada bahasa yang kita gunakan untuk mengajak orang lain. Tanpa sadar, dari percakapan-percakapan sederhana itulah kita mulai mengenal dunia.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Bahasa ibu bukan sekadar alat untuk berbicara. Di dalamnya ada kebiasaan, cara berpikir, budaya, bahkan kenangan masa kecil. Ada kata-kata tertentu yang mungkin hanya terasa begitu dekat ketika diucapkan dengan bahasa daerah sendiri. Misalnya, seorang anak yang tumbuh di lingkungan Jawa akan akrab dengan bahasa Jawa sejak kecil. Begitu pula anak yang tumbuh di lingkungan Sunda, Madura, Batak, Bali, Bugis, atau berbagai daerah lainnya. Setiap anak memiliki pengalaman bahasa yang berbeda-beda.

Menariknya, kita sering baru menyadari pentingnya bahasa ibu ketika kita mulai jarang menggunakannya. Ketika masuk sekolah, kita mulai mengenal bahasa Indonesia.

Ketika membaca buku pelajaran, berbicara dengan guru, atau mengikuti kegiatan resmi, bahasa Indonesia menjadi bahasa yang lebih sering digunakan. Semakin bertambah usia, lingkungan kita juga semakin luas. Kita bertemu dengan orang dari daerah yang berbeda dan membutuhkan satu bahasa yang dapat dipahami bersama. Di sinilah bahasa Indonesia memiliki peran yang sangat penting. Namun, sebelum bahasa Indonesia berkembang menjadi bahasa persatuan seperti yang kita gunakan sekarang, kita perlu melihat akar sejarahnya. Bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang dari bahasa Melayu yang sejak dahulu telah digunakan sebagai bahasa perhubungan dan perdagangan di berbagai wilayah Nusantara. Penggunaan bahasa Melayu juga dapat dilihat dari berbagai peninggalan sejarah, seperti Prasasti Kedukan Bukit, Prasasti Talang Tuo, dan Prasasti Kota Kapur.

Tinggalkan Balasan