Menolak Lupa dengan Murojaah

Menghafal al-Quran menjadi satu pilihan terbaik bagi umat Islam. Dengan menghafal al-Quran, tanpa kita sadari, akan mendatangkan keberkahan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, proses menghafal al-Quran terbilang cukup sulit, karena dibutuhkan keseimbangan konsentrasi terhadap huruf, letak, irama, serta hukum tajwid. Tapi, jika dilakukan dengan niat ikhlas, semangat yang besar, dukungan dari semua kalangan, dan bertanggung jawab atas apa yang kita perbuat, bukan tak mungkin untuk dilakukan.

Tantangan terbesar jika kita memilih menghafal al-Quran adalah mampu murojaah seumur hidup. Sebab, percuma saja menghafal al-Quran, tapi tak pernah murojaah; itu hal yang mustahil agar hafalan kita tetap mutqin atau tertanam kuat.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Murojaah  pada dasarnya adalah kegiatan mengulang kembali pelajaran, hafalan, dan lain sebagainya. Dari segi bahasa, murojaah ini berasal dari kata roja’a-yarji’u-muroja’atan, yang artinya adalah kembali. Di lingkungan pesantren, murojaah merujuk pada kegiatan mengulang pelajaran sebelum ujian, dan terutama yang berkaitan dengan hafalan ayat-ayat al-Quran.

Sebagai gambaran, banyak orang yang sudah mengkhatamkan 30 juz, namun pada saat dites hasilnya nihil. Itu artinya tidak melakukan murojaah. Karena, hakikatnya menghafal bukan untuk kuantitas yang dihafal, tapi lebih pada kualitas hafalannya. Idealnya memang ada keseimbangan kuantitas dan kualitas hafalan. Memang, lupa merupakan salah satu fitrah manusia. Sifat lupa itu bisa diatasi dengan murojaah setiap hari.

Tinggalkan Balasan