Karena itu, tabayun dan islah di antara kedua kubu atau kubu-kubu yang berkonflik akan menjadi sesuatu yang sia-sia jika sumber masalahnya tidak dibereskan. Jika arah NU tidak diluruskan kembali ke garis khittah, tidak mengembalikannya sebagai entitas civil society, konflik-konflik serupa akan terus laten, dan marwah NU sebagai organisasinya para ulama menjadi pertaruhan. Jika NU remuk sebagai medan perebutan dan pertempuran berbagai kepentingan politik dan kekuasaan, masa depan bangsa juga dipertaruhkan.
