konflik agama

Agama Menjadi Sumber Konflik Zaman Modern?

Kemuakan atau kekecewaan terhadap agama formal menjadikan beberapa orang beralih untuk menjalankan laku spiritual yang diyakininya mampu mengatasi problematika sosial. Bahkan di antaranya sudah berani tampil eksis di masyarakat untuk menyebarkan ajaran-ajarannya.

Abad Renaisans terjadi perubahan budaya yang mengawali zaman modern di seluruh dunia. Cikal bakal kemajuan industri dan teknologi yang berkembang pesat sampai sekarang. Latar belakangnya juga dianggap karena kekecewaan terhadap doktrinisasi agama dunia barat (zaman kegelapan). Agama dianggap sebagai pembatas kreativitas dan pemikiran untuk kemajuan masyarakat dan bangsa.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Renaisans setidaknya dijadikan contoh bagi penganut agama formal untuk bisa menjadi jalan mengatasi problematika sosial. Bukan malah memperkeruh situasi atau kondisi sosial menjadi tidak stabil (konflik baru). Agama harus mengembalikan citra kedamaian dan penuh kasih sayang. Mengurangi, atau bahkan menghilangkan sikap anarkisme, caci maki, umpatan, dan sikap menyalahkan satu sama lain.

Jangan sampai dengan beragama, malah menjadikan citra buruk bagi agama tersebut. Harus cermat memilah akidah dan akhlak, sehingga tidak gampang terjebak narasi untuk menciptakan konflik sosial. Salah satu tujuan agama adalah menciptakan perdamaian, jika ada sikap dan perilaku yang bertolak belakang dengan prinsip kedamaian, maka penganut agama harus bisa introspeksi diri.

Agama bukan semata eksistensi, tapi lebih kepada substansi. Pemahaman mendasar tentang hakikat agama harus dijadikan tolok ukur dalam berdakwah maupun berperilaku di tengah masyarakat. Mengurangi prinsip eksklusif dalam beragama yang dirasa menimbulkan konflik antar atau intra-agama. Jangan sampai di zaman modern ini, agama yang kehadirannya untuk mengatasi konflik, malah menciptkan konflik baru di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan