AMSAL PANCAROBA
tangan angin meramal kata-kata waktu
bumi ini tercabik masa musim tujuh tabir
usang merasuk riadat doa-doa cakrawala

diam hanya menepi di dasar hati sandiwara
lorong doa menyihir mata batin sukma
amsal pancaroba tertidur pulas bak derita
tubuh-tubuh umpama ikan-ikan di pasar
terkebat angin membawa jalinan janji
terbata wabah hunian yang lata tak bermakna
sudahkah kita mengaji pada mata batin kayu
gugur tak menjadikan ia tersungkur tiba-tiba
mata kemarau tak menjadikan juling amsal
tembok batu rumput merajut pada bumi
kaki langkah maju melaju menumis waktu
cerita yang angin bawa : runtuh nan terjatuh
Sumenep, 05 Juli 2021.
